Ini loh Perbedaan Posbindu dengan Posyandu. Jangan sampai salah lagi yak!

Posbindu di Balai Desa Sirahan
Posbindu di Balai Desa Sirahan
Posbindu di Balai Desa Sirahan
Posbindu di Balai Desa Sirahan

Tahukah Anda tentang adanya Posbindu? Posbindu ini adalah singkatan dari Pos Pembinaan Terpadu untuk Penyakit Tidak Menular. Nah, strategi dari Kemenkes ini adalah salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang sekaligus promotif dan preventif, apalagi dalam menanggulangi penyakit tidak menular atau PTM.

Diantara penyakit tidak menular yang semakin menghawatirkan ini adalah diabetes, hipertensi, obesitas bahkan penyakit jantung. Banyak sekali faktor risiko terkena PTM meliputi merokok, pola makan tidak sehat, kurang olahraga dan bahkan kekurangan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan yangs penting. Oleh karena itu, sasaran posbindu sudah beda dari sasaran posyandu yang lebih mencakup bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas dan wanita usia subur. Sedangkan untuk posbindu, sasaran masyarakat jatuh ke kelompok masyarkat usia 15 tahun ke atas.

Tetapi sebelum kita berdiskusi lebih lanjut, mari kita bahas pengertian Posbindu PTM itu sendiri. Di Posbindu, masyarakat dapat berperan serta untuk sama-sama mendeteksi factor risiko PTM di sekiar lingkungan mereka. Semua pelayanan posbindu harus dilakukan secara rutin dan periodik.

Untuk kelompok PTM yang paling diprioritaskan adalah untuk diabetes mellitus (DM), kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan akibat kecelekaan dan tindak kekerasan.

  1. Petugas kesehatan dan masyarakat akan bersama memantau faktor risiko PTM dengan memeriksa kondisi kesehatan masyarakat walaupun mereka tidak sakit. Inilah yang harus dilaksanakan secara rutin. Sedangkan untuk sistem yang periodik, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara berkala.
  2. Adanya konseling tentang penyakit tidak menular seperti diet yang tidak baik, merokok dan lain sebagainya.
  3. Penyuluhana atau dialg interaktif sesuai masalah yang paling harus diperhatikan.
  4. Olahraga bersama, jalan sehat.
  5. Rujukan ke puskesmas untuk faktor risiko sesuai kriteria klinis.

Nah manfaat adanya Posbindu sangat bermacam-macam karena efek yang akan didapat masyarakat akan dirasa dalam jangka panjang. Masyarakat akan membudayakan gaya hidup yang sehat. Dengan mengetahui segala risiko yang ada, masyarakat akan lebih berwaspada untuk menjaga kesehatannya.

Biasanya, tenaga kesehatan yang bertugas di Posbindu adalah para kader kesehatan. 5 orang kader akan dibantu tenaga kesehatan puskesmas setempat. Berikut adalah bentuk penugasan yang lebih detil.

  1. Koordinator: Ia adalah ketua atau penanggung jawab kegiatan yang akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk menangani masyarakat yang butuh bantuan medis lebih lanjut. Ia juga berkoordiasi dengan para Pembina terkait diwilayahnya.
  2. Kader Penggerak: Satu dari 5 kader ini adalah anggota yang paling aktif di posbindu serta yang berpengaruh dan komunikatif untuk menggerakkan masyarakat, sekaligus melakukan wawancara.
  3. Kader Pemantau: Anggota yang aktif dalam melakukan deteksi atau pengukuran faktor risiko PTM.
  4. Kader Konselor: Seorang kader konselor adalah sosok yang telah menjadi panutan dalam penerapan gaya hidup sehat, bertugas melakukan konseling, edukasi, motivasi serta menindaklanjuti rujukan dari puskesmas.
  5. Kader Pencatat: Kader pencatat adalah anggota yang aktif untuk mencatat hasil kegiatan posbindu dan melaporkan kepada coordinator posbindu PTM.

sumber: Indonesian-PublicHealth.com

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan